


I Gusti Putu Bawa Samar Gantang
Ciptakan Puisi dari Suara Aneh
I Gusti Putu Bawa Samar Gantang adalah seorang seniman sastra yang mengabadikan diri sepenuhnya untuk puisi. Dia populer dengan puisi Modre 'Leak Lanang, Leak Wadon, Leak Kedi' dan berkat puisi tersebut, Samar Gantang berkesempatan membaca puisi di Singapura hingga Negeri Jiran Malaysia. Puisi Modre-nya merupakan mantra khas Bali yang sangat pas dibawakan oleh penyairnya karena unik, mistik, dan spesifik. Suaranya khas lantang, meraung-raung dengan irama enerjik, dinamis, ekspresif, sangar dengan tempo yang variatif, sehingga mampu menyihir penonton terpana hingga lupa bertepuk tangan. Apalagi jika membawakan puisi Modre 'Leak Lanang, Leak Wadon, Leak Kedi' membuat penonton yang menyaksikannya terkesima. Bahkan TVRI Bali, memberi kehormatan kepada Samar Gantang untuk baca puisi setiap hari dalam acara 'Gatra Bali' dan 'Surya Sewana' selama lima menit
Penyair yang juga seorang guru ini, mengaku menerima bakat seni dari kedua orang tuanya. Ayahnya seorang seniman petopengan, sedangkan dari pihak ibu diperoleh dari neneknya yang seorang dalang. Bakat dan minatnya pada karya sastra ditekuninya secara mendalam sejak ia duduk di SMA N Tabanan tahun 1968 silam. Tahun itu (1968-1975), Samar Gantang telah aktif bermain Drama Gong bersama Sekaa Drama Gong Prihambada Cita. Dan-Menekuni teater modern sejak tahun 1973. Pernah aktif mengisi siaran pembacaan puisi di beberapa radio swasta di Denpasar, dan dijalani selama sepuluh tahun dengan naik sepeda gayung. Tabanan - Denpasar PP sepanjang 21 km. Samar Gantang juga aktif sebagai redaktur di majalah Satua khusus Cerpen, dan majalah Carang Sari khusus Puisi.
Bersama Taufiq Ismail, bertempat di Tabanan-Bali pada tanggal 13 Maret 2001 Samar Gantang lalu mendirikan Sanggar Seni Remaja Indonesia (SSRI) melebur Sanggar Pelangi yang didirikannya sejak tahun 1976. Dari 12 sanggar yang berada dibawah naungan majalah terkemuka ibukota, SSRI Bali dipandang terbaik di Indonesia. Samar Gantang selain mendapat penghargaan dari Bali, dan Jakarta. Dia juga mendapat penghargaan dari Itali yakni Italian Art pada tahun 1983, dan mendapat penghargaan dari Presiden Gus Dur. Siapakah sesungguhnya dia? Berikut obrolan wartawan Made Sugianto bersama penyair modre ini:
Sejak SR (sekolah rakyat). Kala itu saya sering disuruh tampil ke depan kelas. Disuruh bercerita oleh guru. Jika disuruh bercerita saya masih gagap, maka saya hafalkan syair. Dan akhirnya teman-teman di SR suka kalau saya baca pantun atau syair. Sejak SMP saya suka deklamasi, dan sudah senang tampil di forum-forum resmi.
Justru saat SMA, hari-hari penuh dengan baca puisi. Dari tahun 1968 sampai 1980 saya setia baca puisi di 10 radio di. Saya juga baca puisi di Radio Menara Denpasar dari tahun 1973 sampai 1988, juga di radio Casanova hingga Tri Prasetya RRI. Berangkat dari Tabanan - Denpasar sore hari dengan mengayuh sepeda gayung.
Ya..saya memang unik. Kalau lagi baca puisi saya mesti ditemani banyak air. Satu puisi satu gelas air. 30 puisi ya 30 gelas air. Sebab puisi saya unik dan harus dengan ferforma enerjik sehingga cairan tubuh banyak keluar. Demikian pula saat membawakan puisi, saya mesti dengan kekuatan suara besar. Karena puisi Modre betul-betul unik. Selain itu saat usai baca puisi di Denpasar. Saya pasti menyerbu toko buku. Tujuannya beli buku-buku puisi, tak perduli karangan siapapun, karena saya maniak baca puisi.
Tidak juga. Tahun 1982 muncul TVRI Denpasar. Dan-saya kebagian jatah tampil baca puisi di acara Safari Dewata bersama sanggar Pelangi (kini SSRI). Sampai kini saya tetap membaca puisi untuk TVRI Bali. Bayangkan satu bulan saya punya satu kaset rekaman. Bisa dihitung berapa kaset rekaman yang telah saya miliki.
Akhirnya saya tampil di galeri nasional Jakarta, kemudian ditonton oleh Taufiq Ismail. Dia kagum melihat saya baca puisi modre 'Leak Lalang Leak Wadon Leak Kedi' ditawarilah saya untuk ikut MMAS (Membaca Menulis Apresiasi Sastra) di Mataram. Dari sana saya ternyata ranking I untuk tingkat guru SMA seluruh Indonesia bagian timur. Padahal saya guru SMP. Satu tahun kemudian di Wisma Handayani tahun 2001 di Jakarta, ternyata saya ranking I untuk seluruh Indonesia. Yang ketiga dapat diklat MMAS di Bogor. Akhirnya saya dipanggil untuk menyusun buku ajar untuk SMP dan SMA bersama Taufiq Ismail, WS. Rendra, Emha Ainun Najib dan sastrawan lainnya. Novel, Cerpen, Esai, Drama dan Puisi yang diterbitkan bertaraf nasional. Akhirnya datang Taufiq Ismail, Remisi Lado dan Danarto ke sanggar SSRI dan mengucapkan selamat bahwa SSRI menjadi sanggar terbaik di Indonesia dan dipercaya mewakili festival Asean.
Kepuasan batin yang tidak dapat dilukiskan dengan uang. Melalui puisi saya dapat menghaluskan perasaan, dan mempertajam instituisi. Dengan menguasai teknik penulisan puisi, mau menulis cerpen, novel, apapun lebih mudah. Sebab puisi merupakan basic-nya. Jujur bathin saya terpuaskan dari puisi. Uang memang perlu, namun tidak menjadi ukuran untuk kepuasan bathin.
Puisi Modre Samar Gantang itu merupakan puisi yang iramanya mistik. Tapi sebenarnya kalau dibaca isinya justru kejadian dimana Leak Lanang, Leak Wadon, dan Leak Kedi serta Leak-leak lainnya akhirnya mati terbakar oleh apinya sendiri. Intinya Adharma dikalahkan oleh Dharma dan dirinya sendiri. Tidak semua puisi saya berbau Leak. Ada juga yang berbau kesucian seperti yang dilombakan pada tahun 2008 ini untuk SMP 'Ning', dan SMA 'Om'. Ada juga Sang Hyang Aji Saraswati , Jaja Gumi , Pager Awak Pager . Itu semua bersih dan berbau kesucian. Kalau itu dikatakan sesat, saya mau balik tanya, kenapa Ogoh-ogoh itu tidak dilarang. Petapakan Rangda dan Barong kenapa tidak dihancurkan, lalu patung-patung angker itu kenapa tidak dileburkan. Semua yang berbau cerita Calonarang kenapa dilestarikan. Kita jangan lupa bahwa hidup ini harus dibuat seimbang. Rwa Bhineda harus jalan.
Leak itu artinya Lingga Yoni, Rwa Bhineda. Leak merupakan klimaks pe-murti -an hubungan laki-laki dan perempuan, dan puncak keindahan itulah yang dinamakan Leak.
Mereka masih menganggap menyesatkan. Dan mereka bilang sekarang jaman Butha Kala yang sedang berkuasa. Mereka lupa, betapa orang senang meshanti dengan petuah-petuah bijak justru meniduri istri orang. Banyak orang ikut kesenian ini itu justru membunuh. Apa yang terjadi, karena kesenian yang mereka jalani hanya sebatas di kulit saja. Artinya tidak bisa dinilai sebelah mata. Dharma dan Adharma sesungguhnya ada dalam diri. Jika mau dipelajari karya saya dapat menghaluskan perasaan, dan meningkatkan instituisi, serta tidak menyesatkan.
Siapun karya ciptanya diapresiasi publik pasti mendapatkan kepuasan batin.
Sebenarnya kalau ingin membawakan puisi Modre Samar Gantang harus menguasai akar budaya Bali. Puisi saya mengambil kata dari Dasa Aksara ; Sa, Ba, Ta, Ha, I, Na, Ma, Si, Wa, Ya. Saya mengikuti rasa, kata hati, dan saya pilih tentang Tuhan, dimanapun saya mulai dari Tuhan dan saya akhiri dengan Tuhan. Nol kembali ke Nol. Membacakan Puisi Samar Gantang itu bisa dengan Palawakya , Saha Enggengan Pemangku , dan Rangda Ngereh . Khusus untuk puisi Modre Leak, dibaca dengan Rangda Ngereh , dan Palawakya . Kalau baca puisi saya dengan gaya Rock, Dangdut ataupun Punk, jelas ga nyambung. Pahami Palawakya, Saha Enggengan Pemangku , dan Rangda Ngereh . Pasti enak deh
Bahasa kenyataan, kehidupan sehari-hari. Orang Bali di luar Bali tidak akan pernah tahu, kecuali beragama Hindu. Saya sering melihat orang tedun (transendental), dan setiap tedun bahasanya hanya itu-itu saja. Nah kemudian, setelah dia meninggal tidak ada yang bisa menangkap, dan saya hafal ucapan-ucapan mereka. Itu saya masukkan dalam puisi. Saya sering berteman dan mendengar suara-suara aneh. Ciri-ciri orang akan gila, atau ciri-ciri orang kan jadi balian (dukun, red) selalu ucapannya sama. Yang jelas saya bukan gila atau balian, apa yang saya dengar saya tulis saja. Aneh, ketika saya menulis orang-orang itu senang. Jadi setiap Jumat Kliwon suara-suara aneh itu selalu ramai dan memberi bahan tulisan. Jadi apa yang saya dengar, dan rasakan saya tulis. Saya tidak peduli, mereka itu siapa, wajahnya kaya apa, yang penting saya terus menulis, dan menulis. Hingga saya mampu menciptakan puisi modre terus menerus dari suara-suara aneh itu.
Wed, 23 Jun 2010 @16:39Sugianto |
08175495575
Yang ingin pesan karikatur di www.kaliaja.com tolong kalo kirim email dilengkapi dengn no telp jelas dan masih aktif ya ....karena selama proses pengerjaan kami akan sering menghubungi anda demi hasil yang PALING MEMUASKAN...kami akan coba mewujudkan karikatur impian anda
bisa seperti facebook...update status, cari teman, dll, trus ada peluang usaha agen website, agen pulsa dll . Ini peluang yang menarik bagi teman teman yang suka online seperti saya KLIK AJA

no rek: 1420109128
-------------------------------------------

bagi yang mau pasang iklan di web ini, silahkan hubungi wahyou_310@yahoo.com