Blog

  • 2 October 2016

     

     

    I Nyoman Putra Wahyudi Winangun

    Karikatur Digital Lahirkan Uang

    Jejaring sosial seperti facebook dan blog ternyata menjadi peluang bagi I Nyoman Putra Wahyudi Winangun untuk berpromosi secara gratis di internet. Bahasa iklan dan gambar yang ia tayangkan tak urung menyita perhatian pengguna dunia maya. Tak sedikit diantaranya malah terpincut, dan bahkan menggunakan jasanya, menggambar wajah diri bergaya karikatur. Bagaimana awal mula pemuda ini menciptakan karikatur digital?

    Bakat gambarnya ternyata terasah saat ikut sebagai tim kreatif ilustrasi dan cover pada majalah LSM antariman Suluh Jogya. Kemudian ia dan kawan-kawan ISI Yogya membidani media Hindu dengan brandname Jayapangus. Media yang ia buat menawarkan isu-isu terkini seputar anak muda Hindu melalui bahasa gambar berupa karikatur. Namun seiring kepulangannya ke Bali, Jayapangus pun akhirnya ditutup.

    Setiba di Bali, ternyata melahirkan kerinduan mmebuat hal-hal ‘gila’ seperti ketika masih luntang-lantung delapan tahun di Jogya, bahkan nyaris drop out (DO) saking asyiknya berkarya. “Tapi ketika di Bali saya belum menemukan media untuk berkarya. Maka meliriklah dunia online (blog, red) di awal Oktober 2008 dengan nama kaliaja.blogspot.com. Tak dinyana, respon pun bagus,” ceritanya. Banyak pula yang memesan karikatur diri padanya. Tapi aneh, justru tawaran itu ia tolak. “Merasa ngga pede, dan belum mendapatkan ide yang bagus,” tandasnya. Namun tawaran yang datang bertubi, ia pun akhirnya menyanggupi.

    Awalnya ia buat secara gratis, dengan syarat dipamerkan di facebook. Seiring ramenya pesanan, kata gratis pun terhapus, dan harga per kepala untuk karikatur digital pun lumayan menyokong uang dapur. Ia pun makin serius mengelola web: www.kaliaja.com. Di situlah ia memamerkan karyanya, termasuk bagi yang pengin membuat karikatur, segala tetek bengek bisa dipesan melalui situs itu. “Lama-lama banyak yang suka dan minat. Jadi komersilah,” katanya, terkekeh renyah. Mengapa memilih karikatur digital?

    Alasannya simple. “Ketrampilan ini tak semua orang bisa membuatnya sehingga peluang mendatangkan uang lebih besar,” tandasnya. Disamping itu, karikatur digital amatlah unik, karena dikerjakan di komputer dan gampang direvisi sesuai pesanan. Kini, lajang kelahiran Tabanan, 3 Oktober 1981 ini pun menikmati order di dunia maya. Promosinya yang ciamik, juga mencuri perhatian SMKN 3 Tabanan untuk memanfaatkan jasanya sebagai guru tidak tetap. Berkat dunia online pula, Wahyu – sapaan akrabnya bisa menambah pundi-pundi penghasilannya berkat ketrampilan membuat karikatur digital. E-Magz

  • 2 October 2016

    Teman-temanku yang baik-baik, ku ingin berbagi cerita (sekalian belajar nulis) moga ada gunannya ya..

    Kata orang, menceritakan pengalaman pribadi adalah hal yang paling gampang dan mengasikan, oleh karena itu, sebagai pelajaran awal ku menulis ini, ku akan berbagi pengalamanku di bidang karikatur

    Bagi teman-teman yang sudah pernah berkunjung ke www.kaliaja.com pasti anda mengira ku sejak awal dah bisa gambar atau membuat karikatur, padahal karikatur digital adalah sebuah ketidaksengajaan. Pada awalnya ku memang punya impian suatu saat bisa menjadi illustrator di surat kabar/majalah. Karena saat ku baca buku ato baca koran, yang paling pertama kali ku cari adalah gambar nya.apalagi gambar lucu.ku pasti sangat menikmatinya.

    Lama ku pendam impian itu, dan akhirnya pada tahun 2006, ku mulai memberanikan diri menggambar cerita lucu/humor dan membuat sebuah bulletin generasi muda Hindu di Jogja bersama seorang teman yang bernama Agus Eka Cahyadi, bagi teman-teman yang pernah tinggal di Jogja antara tahun 2006-2008 an dan rajin ke pura, pasti pernah menemukan media JAYAPANGUS. Ya..Jayapangus itulah cikal bakal keseriusanku belajar gambar. Ternyata sambutan masyarakat akan Jayapangus(JP) begitu besar, mungkin karena tampilan JP beda dari media yang lain, karena JP tampil dengan dominasi kartun lucu namun sarat makna,sehingga semua kalangan bisa menikmati. Setelah berhasil mewujudkan JP, ku akhirnya diajak bergabung di majalah antar iman SULUH Jogja. Tugasku di bagian ilustrasi dan cover, betapa senangnya karena impian mulai terwujud, gambarku mulai masuk majalah. Kemudian sempat juga mendesain jurnal Ombudchmen Jogja yang bentuknya seperti buku. Jadi saat itu impianku bisa memasukan gambar ke majalah dan buku dah mulai terwujud. Namun semua itu harus kuakhiri seiring selesainya Ku menimba ilmu di jogja. Ya ku pulang kampong ke Bali dan mulai gak bisa aktif di bidang tadi.

    Lama-lama ada rasa kangen akan dunia gambar seperti di Jogja dulu, akhirnya ku mulai gambar lagi, namun medianya kini dah ke Blog. Ku masih ingat banget tanggal 1 Oktober 2008 ku menemukan kata “KALIAJA” dalam perjalanan pulang dari kundangan seorang teman baik di depan makam pahlawan Margarana. Nama kaliaja sebenarnya sebuah ungkapan kemunginan karena saat itu masih bingung /ragu juga pada hasil yang akan diraih saat memulai membuat blog. Intinya ”JALAN AJA LAH”…KALIAJA Laku, Kaliaja di terima, kaliaja lucu dll, maka oktober 2008 lahirlah www.kaliaja.blogspot.com

    Sebuah blog yang isinya gambar gambar lucu. Memiliki blog juga sebnarnya impian sejak lama, dah lama pengen punya blog , namun kemampuan nulis terbatas, jadilah blog ku isinya gambar semua.

    Kehadiran blog ku cukup diterima , namun ada teman bilang alamat nya kepanjangan, coba langsung.com pasti lebih mudah diingat. Akhirnya berusaha mencari info bagaimana caranya membuat website. Eh akhirnya nemu webmatic yang semudah blog namun alamat sudah langsung.com . maka tanggal 18 Agustus 2009 lahirlah www.kaliaja.com .Setelah web kaliaja.com jadi. Pengunjung mulai banyak datang, dan aku pun mulai mencoba membuat kartun langsung di komputer. Akhirnya ada 2 orang teman smp yang minta tolong dibuatkan karikatur.

    Saat itu kutolak, karena memang ku gak bisa, gak pernah buat dan gak PD. Namun setelah kupikir, degan tehnik yang kupakai saat itu untuk gambar kartun,kayaknya bisa juga dipakai untuk membuat karikatur. Akhirnya kuberanikan diri mencoba membuat karikatur dengan model pertama adalah evi damayanti, teman sma ku. Walo sebnarnya hasilnya gak begitu bagus, namun ku merasa itu adalah awal yang sangat luar biasa.

    Ku sangat terbantu oleh Facebook, karena FB lah orang jadi cepat tahu kalo kubisa buat karikatur, akhirnya sekarang karikatur adalah bagian dari hidupkum dan ku banyak merasakan perubahan hidup berkat karikatur. Andai dulu u gak berani ambil tindakan mencoba, mungkin saat ini ku masih hanyalah seorang pemimpi

    Jadi bagi teman teman yang masih ragu-ragu dalam melakukan tindakan, belum berani mencoba karena merasa belum siap dll, COBA LAH SEGERA..

    ”CARILAH HASIL, JANGAN KESEMPURNAAN”

    Bukankah saat Soekarno memproklamirkan kemerdekaan dulu, Kita belum punya apa-apa? Yang penting merdeka dulu(BENARI DULU MEMULAI) urusan lainnya bisa dipelajari sambil jalan.

    Semoga tulisan ini bermanfaat

    Salam sukses

    Wahyu

  • 2 October 2016

    TAMAT dari Institut Seni Indonesia (ISI) Jogakarta, Nyoman Putra Wahyudi Winangun sempat putar otak untuk bisa menghasilkan uang. Ia pun lantas bereksprimen dengan membuat karikatur digital. Alasanya pun unik, selain tidak semua orang bisa membuat karikatur digital, masih jarang yang bisa. Ia lantas menekuninya. Dalam hitungan hari, ketika dipublikasikan di situs jejaring facebook, order pun mengalir. Saldo di bank kian bertambah. Wahyu sapaan akrabna, lalu mematenkan hasil karyanya dengan nama Kaliaja. Sebelum terjun kedunia karikatur digital sejak Desember 2009 lalu, Wahyu sempat tertarik dunia audio visual. Setelah ia pelajari, semua itu berlatar belakang desain grafis. Maka, ketika Tamat SMA, Wahyu yang kelahiran Kutuh Kelod, Desa Samsam, Kerambitan, Tabanan, 3 Oktober 1981 memilih kuliah di ISI Jogjakarta jurusan Desain Grafis. "Awalnya nggak kebayang akan karikatur. Pernah beberapa kali nolak membuatkan teman karikatur karena gak bisa, karena terns ada yang minta. Ya udah coba-coba aja," tutur guru tidak tetap di SMKN 3 Tabanan ini. Awalnya, karikatur itu ia buat secara gratisan untuk teman-temannya. Namun secara tak langsung, teman itu berpromosi hingga ia kebanjiran pesan¬an. Tokoh terkenal seperti Mega¬wati Soekarno Putri, Almarhum Gus Dur pun pernah ia buat karikaturnya. Sementara tokoh Bali, ia sudah buatkan karikatur khusus buat penyair Bawa Sa¬mar Gantang, Ngurah Parsua. almarhum Sukari (pelukis). Selain itu, ia juga banyak membuatkan karikatur tokoh Bali lainnya. Sementara untuk bahan karikatur digitalnya, Wahyu hanya cukup bermodalkan sebuah laptop dan program photoshop serta coreldraw.

     

  • 7 August 2016

    Www.kaliaja.com 081239687221 pin 5706F01A 

     

    Pelan tapi pasti, peminat karikatur/kartun wajah digital makin meningkat, mereka makin sadar akan kelebihan dan keunikannya. Berikut ini beberapa kelebihan karikatur/kartun digital :

    1. Unik, anda atau siapapun pasti akan tertarik melihat tampilan gambar/foto wajah yang berubah jadi kartun atau karikatur, apalagi temanya unik juga, misal tema naik pesawat, dimana ukuran pesawat digambarkan sangat kecil,sementara orangnya terlihat duduk di body pesawat dengan ukuran wajah yg jauh lebih besar dari ukuran tubuhnya.
    2. Tema suka suka, anda bisa tentukan tema sesuai keinginan, tinggal ceritakan konsepnya, kami akan wujudkan.
    3. bisa order file saja. 
    4. Bisa isi logo/elemen khusus sesuai keinginan
    5. bisa revisi