Blog

KALIAJA.com di Majalah Ekspresi #28

2 October 2016

 

 

I Nyoman Putra Wahyudi Winangun

Karikatur Digital Lahirkan Uang

Jejaring sosial seperti facebook dan blog ternyata menjadi peluang bagi I Nyoman Putra Wahyudi Winangun untuk berpromosi secara gratis di internet. Bahasa iklan dan gambar yang ia tayangkan tak urung menyita perhatian pengguna dunia maya. Tak sedikit diantaranya malah terpincut, dan bahkan menggunakan jasanya, menggambar wajah diri bergaya karikatur. Bagaimana awal mula pemuda ini menciptakan karikatur digital?

Bakat gambarnya ternyata terasah saat ikut sebagai tim kreatif ilustrasi dan cover pada majalah LSM antariman Suluh Jogya. Kemudian ia dan kawan-kawan ISI Yogya membidani media Hindu dengan brandname Jayapangus. Media yang ia buat menawarkan isu-isu terkini seputar anak muda Hindu melalui bahasa gambar berupa karikatur. Namun seiring kepulangannya ke Bali, Jayapangus pun akhirnya ditutup.

Setiba di Bali, ternyata melahirkan kerinduan mmebuat hal-hal ‘gila’ seperti ketika masih luntang-lantung delapan tahun di Jogya, bahkan nyaris drop out (DO) saking asyiknya berkarya. “Tapi ketika di Bali saya belum menemukan media untuk berkarya. Maka meliriklah dunia online (blog, red) di awal Oktober 2008 dengan nama kaliaja.blogspot.com. Tak dinyana, respon pun bagus,” ceritanya. Banyak pula yang memesan karikatur diri padanya. Tapi aneh, justru tawaran itu ia tolak. “Merasa ngga pede, dan belum mendapatkan ide yang bagus,” tandasnya. Namun tawaran yang datang bertubi, ia pun akhirnya menyanggupi.

Awalnya ia buat secara gratis, dengan syarat dipamerkan di facebook. Seiring ramenya pesanan, kata gratis pun terhapus, dan harga per kepala untuk karikatur digital pun lumayan menyokong uang dapur. Ia pun makin serius mengelola web: www.kaliaja.com. Di situlah ia memamerkan karyanya, termasuk bagi yang pengin membuat karikatur, segala tetek bengek bisa dipesan melalui situs itu. “Lama-lama banyak yang suka dan minat. Jadi komersilah,” katanya, terkekeh renyah. Mengapa memilih karikatur digital?

Alasannya simple. “Ketrampilan ini tak semua orang bisa membuatnya sehingga peluang mendatangkan uang lebih besar,” tandasnya. Disamping itu, karikatur digital amatlah unik, karena dikerjakan di komputer dan gampang direvisi sesuai pesanan. Kini, lajang kelahiran Tabanan, 3 Oktober 1981 ini pun menikmati order di dunia maya. Promosinya yang ciamik, juga mencuri perhatian SMKN 3 Tabanan untuk memanfaatkan jasanya sebagai guru tidak tetap. Berkat dunia online pula, Wahyu – sapaan akrabnya bisa menambah pundi-pundi penghasilannya berkat ketrampilan membuat karikatur digital. E-Magz